Senin, 17 September 2012

Manfaat Keong Sawah (Kakul)

Apakah Anda pernah mengkonsumsi keong sawah? Yak, benar sekali, keong sawah itu yang cangkangnya warna kuning oranye, tapi terkadang juga ada yang agak kecoklatan dan beberapa orang menyebutnya dengan kakul.

Keong sawah ini sangat digemari karena rasanya yang gurih, dan mudah sekali didapatkan di area persawahan. Ya tentu saja orang-orang di desa lebih familiar dengan keong sawah ini ya, karena memang biasanya di sawahlah banyak ditemukan keong sawah ini.


Gambar di atas adalah contoh keong sawah atau kakul yang sudah matang ya.. 

Nah, sekarang apakah Anda pernah memakannya? Dan apakah Anda tau ternyata keong sawah ini sangat berguna bagi penderita gagal ginjal? ya, benar sekali keong sawah ini baik dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal kronis karena kandungan protein pada keong sawah ini tinggi tetapi kandungan fosfornya rendah, tidak seperti sumber protein yang lain selain tinggi protein juga tinggi fosfor sedangkan fosfor sebaiknya dibatasi pada pasien gagal ginjal kronis. Makanan tinggi protein perlu diberikan pada pasien gagal ginjal yang telah rutin melakukan cuci darah (hemodialisa ataupun peritoneal dialisa), bukan pasien gagal ginjal yang belum melakuakan cuci darah.

Makanan tinggi protein ini perlu dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal karena banyak sekali protein yang terbuang saat pasien menjalani cuci darah serta terjadinya penurunan massa otot karena penyakit ini. Perlu diingat bahwa protein hewani seperti halnya keong sawah ini lebih baik untuk dikonsumsi dibanding dengan protein nabati khususnya bagi pasien gagal ginjal kronis.

Sedikit yang bisa saya sampaikan kali ini, semoga bermanfaat. Silahkan sebarkan informasi ini untuk orang-orang di sekitar Anda ya.


Gambar di atas adalah keong sawah yang belum diolah, jadi masih ada cangkangnya

Sumber: kuliah ibu Susetyowati, dosen Gizi Kesehatan FK UGM, dan staff gizi RSUP dr. Sardjito Yogyakarta